Fakta Unik di Balik Gangguan Anyang-Anyangan Pada Wanita

Share:
Berbagai kondisi yang terjadi selama melakukan aktivitas sehari-hari terkadang tanpa sadar menjadi penyebab munculnya gangguan pada tubuh. Salah satu yang sering terjadi adalah anyang-anyangan, di mana intensitas ingin buang air kecil lebih sering namun tidak mengeluarkan urin. Berikut ini fakta terkait anyang-anyangan yang perlu Anda tahu.

Jangan Tahan Urine
Perasaan ingin buang air terus-menerus tanpa mengeluarkan air seni memang menjadi hal yang sangat merepotkan, terlebih lagi terkadang disertai rasa nyeri. Meski begitu saat rasa ingin buang air muncul, Anda harus segera menuntaskannya.

Hal ini karena di setiap urin yang keluar dari dalam tubuh terkandung pula bakteri jahat di dalamnya. Sehingga dengan mengeluarkan urine sama halnya dengan Anda mengeluarkan bakteri yang bersarang di dalam tubuh.

Kebersihan Sangat Penting
Baik pria maupun wanita harus menjaga kebersihan organ intim mereka agar terhindar dari beragam penyakit salah satunya anyang-anyangan. Selain disebabkan oleh bakteri E.Coli yang terdapat pada anus, gangguan yang satu ini juga bisas terjadi setelah pasangan suami istri selesai berhubungan badan.

Kasus anyang anyangan setelah berhubungan ini bisa terjadi pada wanita jika setelah aktivitas tersebut berlangsung ia tidak segera membersihkan diri. Hal tersebut bisa memicu bakteri jahat yang bersarang di organ intim yang masuk bisa berkembang biak dan menyebar hingga ke saluran kandung kemih.

Hindari Obat Pembersih Kewanitaan
Selain disebabkan karena kurangnya kebersihan, anyang-anyangan juga bisa disebabkan oleh alergi pada zat yang terkandung pada sabun pembersih kewanitaan. Sehingga ketika membersihkan organ intim sebaiknya Anda hanya menggunakan air bersih saja.

Hamil Tua
Saat wanita sedang mengandung dan usia kandungan mencapai trimester ketiga, maka kemungkinan anyang-anyangan menjadi semakin besar. Hal ini karena perut semakin ke bawah dan menekan saluran kandung kemih, sehingga rasa ingin buang air kecil terus-menerus walaupun urin yang terdapat didalamnya masih sedikit.

Kondisi ibu hamil yang mudah mengalami perubahan hormone, maka infeksi saluran kandung kemih ini semakin besar terjadi. Saat hal ini terjadi sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan karena mengonsumsi obat sembarang bisa berakibat buruk bagi janin.

Redakan Dengan Teh Jahe
Saat gejala anyang-anyangan menyerang, Anda bisa menguranginya dengan mengonsumsi teh jahe. Kandungan antimikroba yang tinggi dalam jahe ini mampu melawan dampak infeksi yang terjadi di dalam tubuh. Rasa hangat yang menjalar ke dalam tubuh setelah meminum jahe juga mampu
membuat tubuh terasa lebih rileks.
Di samping itu, kandungan diuretik di dalam teh juga mampu menghilangkan bakteri jahat di dalam saluran kandung kemih. Perpaduan teh dan jahe menjadi minuman terbaik jika Anda ingin mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan akibat anyanng-anyangan.

Anyang-anyangan bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja tanpa memperhatikan usia maupun jenis kelamin. Jika gejala yang timbul tidak kunjung reda dengan pengobatan alami yang Anda lakukan di rumah, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab secara pasti. Untuk mendapatkan informasi menarik seputar kesehatan lainnya silahkan kunjungi orami.co.id.